Rabu, 19 Oktober 2016

Penugasan KBLI Fakultas Keperawatan -OLJ 1-

Fieldtrip to Library Nursing Fakulty Universitas Padjadjaran 
Nama : Fauziyyah Ratih Asfari
NPM  : 220110160061

Perpustakaan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan atau mengoleksi berbagai macam media cetak seperti majalah, koran, atau buku. Perpustakaan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran adalah tempat untuk mengakses informasi untuk menunjang pendidikan, khususnya untuk mahasiswa Fakultas Keperawatan.
Pada Rabu tanggal 12 Oktober 2016, kelompok kami melakukan kunjungan ke perpustakaan Fakultas Keperawatan Unpad. Kunjungan ini dilakukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keterampilan Belajar dan Literasi Informasi (KBLI). Dengan adanya tugas ini, selain untuk memenuhi salah satu tugas KBLI sebagai kewajiban, kunjungan ini juga memberikan manfaat-manfaat lainnya bagi kami. Kami dapat mengetahui berbagai macam informasi mengenai perpustakaan Fakultas Keperawatan Unpad, dimulai dari buku-buku yang dikoleksinya, staf-staf yang bertugas, serta cara mengakses koleksi-koleksi buku disana dengan berbagai macam cara.

Perpustakaan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Perpustakaan Fakultas Keperawatan Unpad beroperasi pada hari senin-jumat. Pada hari senin-kamis buka pukul 08.00 hingga pukul 16.00, sedangkan pada hari jumpat buka hingga pukul 16.30. Ada beberapa staf sebagai penunjang pelayanan yang bekerja di perpustakaan ini. Pertama, ada Ibu Cucu yang bertugas sebagai penanggung jawab perpustakaan. Selanjutnya Bapak Suparno yang bertugas di bagian palayanan perpustakaan di Eyckman. Perpustakaan yang terletak di Eyckman adalah sebagai salah satu fasilitas penunjang bagi pendidikan program S-2 dan Profesi. Di perpustakaan Fakultas Keperawatan ini sendiri (di Jatinangor) pada bagian pelayanan peminjaman dan pengembalian ada Bapak Agus dan Bapak Adang. Kemudian staf lainnya ada Ibu Lia dan Ibu Nina. Untuk staf perpustakaan ini, tidak ada perubahan yang cukup banyak antara yang ada saat ini dengan staf yang bekerja ketika gedung fakultas masih berada pada tempat yang lama. Hanya Ibu nina yang merupakan staf baru yang bekerja di perpustakaan, beliau baru masuk pada bulan April lalu.
Buku-buku yang ada di perpustakaan ini bersumber dari pembelian yang diakukan satu tahun sekali. Disamping dari pembelian buku ini, sumber lainnya adalah sumbangan dari alumni yang telah angkat sumpah profesi dan dari program S-2. Untuk program profesi, sumbangan yang diberikannya adalah berupa uang, dengan teknis dikoordinir oleh ketua alumni. Sedangkan untuk program S-2, sumbangannya berupa buku dengan minimal terdiri dari dua judul. Pengadaan buku-buku yang ada di perpustakaan ini, salah satunya merupakan hasil saran-saran yang berasal dari mahasiwa yang ada di Fakultas Keperawatan. Teknis petugas perpustakaan ketika akan melakukan pengadaan buku-buku adalah dengan menghimpun penerbit-penerbit atau judul-judul buku yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Kemudian diberikan kepada setiap departemen yang ada di Fakultas Keperawatan guna memilih judul-judul yang telah dihimpun petugas perpustakaan ataupun memberi saran dengan menambah judul buku yang belum terhimpun oleh petugas perpustakaan. Setelah itu, petugas pepustakaan menyeleksi buku-buku yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan menyesuaikan juga dengan anggaran yang tersedia. Pengadaan buku-buku ini harus secara merata antara setiap departemen yang ada.
Fasilitas yang tersedia di perpustakaan ini, selain adanya buku-buku teks, tersedia juga koleksi referensi skripsi, tesis, dan disertasi. Selain itu ada juga ensiklopedi, kamus, laporan ilmiah, dan karya ilmiah dosen. Untuk saat ini referensi skripsi dan jurnal, karena terbatas maka tidak bisa dipinjam, melainkan hanya untuk dibaca di perpustakaan saja. Disamping buku-buku tersebut juga, perpustakaan ini menyediakan e-journal dan e-book yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam proses pendidikan. Dalam membantu dalam proses penelusuran, perpustakaan memiliki Online Public Access Catalog (OPAC) yang bersifat intern. Adapun akses untuk internet, disediakan ruangan multimedia sebagai penunjangnya.

Koleksi Journal


Sampai saat ini dapat dikatakan mahasiswa yang meminjam buku di perpustakaan mengikuti aturan dengan baik. Terlihat dari pengembalian buku yang tepat waktu (tidak terlambat). Tetapi menurut informasi yang kami dapatkan, pada umumnya mahasiswa yang telat mengembalikan buku itu adalah mahasiswa yang berasal dari program profesi yang berada di Eyckman. Hal tersebut terjadi akibat jarak yang jauh dan padatnya jadwal. Itu pun telatnya skitardua atau tiga hari. Pada saat sidang skripsi nanti, apabila kita membutuhkan buku referensi, kita harus meminta surat bebas pinjam guna mengecek bahwa mahasiswa tersebut masih memiliki pinjaman atau tidak. Untuk teknis peminjaman buku, diberikan waktu selama dua minggu untuk peminjaman dengan satu kali perpanjangan waktu.
  

Kelompok 3 bersama staf-staf perpustakaan 



Rabu, 30 April 2014

PELAKU EKONOMI


PELAKU EKONOMI

Dalam ilmu ekonomi pelaku ekonomi terdiri dari :
a.    Rumah tangga keluarga
Ada
dua peran yang dimainkan oleh rumah tangga keluarga dalam kegiatan eknomi. Pertama adalah sebagai konsumen. Sebagai konsumen rumah tangga keluarga membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain sebagai konsumen juga sebagai jasa factor produksi. Contohnya tenaga kerja,tanh dan modal.

b.    Rumah tangga produsen

Rumah tangga produsen atau sering disebut sebagai perusahaan, merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atua memberi layanan kepada masyarakat.

 
INTERAKSI PELAKU EKONOMI
 
1. Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian dua sektor disebut juga perekonomian sederhana, karena hanya terdiri atas dua pelaku, yaitu rumah tangga konsumsi (masyarakat) dan rumah tangga produksi (perusahaan). Model arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga dengan perusahaan dapat kalian  lihat pada gambar berikut ini.
 Dari gambar tersebut, terlihat bahwa rumah tangga konsumen (RTK) adalah sebagai pemilik faktor-faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Penawaran faktor produksi oleh rumah tangga ini akan bertemu dengan permintaan faktor produksi oleh perusahaan. Interaksi ini terjadi di pasar faktor produksi. Sedangkan di pasar barang, terjadi interaksi antara perusahaan sebagai penghasil barang dan jasa dengan konsumen sebagai pengguna barang dan jasa. Sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Dalam diagram juga terlihat arus aliran uang dari dan ke masing-masing rumah tangga. RTK menerima upah, sewa, bunga, dan keuntungan dari perusahaan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi. Perusahaan menerima uang pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.
 
Interaksi ekonomi dalam perekonomian dua sektor juga dapat digambarkan seperti di bawah ini.

Gambar diatas menunjukkan keadaan apabila seluruh pendapatan yang diterima RTK digunakan seluruhnya untuk belanja barang dan jasa. Ini berarti bahwa pendapatan sama dengan pengeluaran. Tidak ada bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan atau dapat dikatakan bahwa perekonomian mengalami keseimbangan.
 
2. Perekonomian Tiga Sektor



Perekonomian tiga sektor terdiri atas rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan pemerintah. Peran pemerintah di sini adalah sebagai pengatur, sebagai produsen, sekaligus sebagai konsumen. Besar kecilnya peran pemerintah dalam perekonomian itu sendiri sangat tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Di sistem ekonomi liberal, peran pemerintah minimal, sedangkan pada sistem ekonomi sosialis peran pemerintah sangat dominan. Di negara yang menganut sistem campuran seperti Indonesia, pemerintah masih cukup berperan. Perekonomian tiga sektor dapat dijelaskan melalui gambar berikut.
 Anak panah yang menuju ke kotak pemerintah berarti penerimaan pemerintah. Penerimaan pemerintah tersebut berupa pajak, misalnya pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, serta pajak bumi dan bangunan. Selain itu, pemerintah juga menggunakan faktor produksi dan barang serta jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi pemerintahan. Anak panah yang menuju ke rumah tangga, pasar faktor produksi, perusahaan, serta pasar barang dan jasa berarti pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah tersebut dapat berupa gaji, pembuatan prasarana, subsidi, serta pembelian barang dan jasa.

3. Perekonomian Empat Sektor (Perekonomian Terbuka)

Ciri perekonomian terbuka adalah adanya kegiatan masyarakat luar negeri dalam bentuk ekspor impor dan pertukaran faktor produksi. Kegiatan ekspor dan impor itu kemudian memunculkan istilah perdagangan internasional. Untuk mengukur seberapa besar nilai ekspor atau impor dapat diketahui dengan melihat neraca perdagangannya. Hasil dari perdagangan internasional itu berupa devisa. Apabila neraca perdagangan suatu negara itu defisit, berarti impor negara tersebut lebih besar dibanding ekspornya. Sebaliknya, suatu negara disebut surplus pada neraca perdagangan bila ekspor lebih besar dari impornya.

Dalam perekonomian empat sektor kita akan melihat dua kelompok pelaku ekonomi, yaitu masyarakat luar negeri dan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri. Dalam masyarakat luar negeri terdapat rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Kegiatan kelompok pelaku ekonomi masyarakat luar negeri tersebut membentuk sistem arus perputaran kegiatan ekonomi. Kelompok pelaku ekonomi dalam negeri juga membentuk sistem perputaran kegiatan ekonomi. Jadi, masyarakat luar negeri maupun pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri terdiri atas rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Mereka saling berinteraksi, sehingga membentuk sistem perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri.
Dari gambar diatas kita dapat melihat bahwa sudah tidak ada lagi negara yang tertutup sama sekali untuk melakukan hubungan perdagangan dengan negara lain. Di dalam perdagangan internasional tersebut terdapat dua macam kegiatan, yaitu ekspor dan impor. Pembayaran dari kegiatan tersebut dilakukan menggunakan uang atau valuta asing (devisa).
Peran pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian nasional akan saling berkaitan dan saling memengaruhi sehingga akan membentuk satu kesatuan dan sistem. Kemacetan dalam salah satu sektor dapat segera menjalar ke arus uang dan barang. Tugas menjaga kestabilan arus uang dan barang memang tidak mudah. Dalam ilmu ekonomi, arus perputaran uang dan barang/jasa digambarkan dalam suatu lingkaran kegiatan ekonomi seperti yang telah diuraikan di atas. Nah, lingkaran arus kegiatan ekonomi akan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi dalam perekonomian nasional.

 
Manfaat Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi

Dari diagram interaksi pelaku ekonomi diperoleh manfaat, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat. Manfaat diagram pelaku ekonomi bagi pemerintah adalah sebagai berikut.

Sebagai alat bantu untuk membuat pola pembangunan nasional.

Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol arus barang dan jasa serta faktor-faktor produksi yang terjadi di masyarakat.

Sebagai alat bantu untuk mengatur dan mengontrol arus barang dan jasa dan faktor-faktor produksi dari dan ke luar negeri.

Sebagai alat bantu untuk mengukur dan mengontrol arus peredaran uang.

Sebagai alat bantu untuk membuat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Sebagai alat bantu untuk mengatur distribusi pendapatan nasional.

Sebagai media untuk menentukan struktur ekonomi nasional.

Sebagai sarana untuk mengetahui hak dan kewajiban pemerintah kepada masyarakat.